Terdapat 74Kg Makanan Terbuang Sia-Sia Tiap Rumah Tangga Di Dunia

Terdapat 74Kg Makanan Terbuang Sia-Sia Tiap Rumah Tangga Di Dunia

japanesebirdcookingspaghetti – Menurut laporan PBB tahun 2021, seperlima makanan di dunia dibuang percuma. Pada umumnya masing- masing rumah tangga membuang 74 kg makanan tiap tahunnya.

Sampah ialah permasalahan besar yang masih belum dapat ditangani di dunia. Upaya pengelolaan sampah buat menanggulangi penimbunan masih belum dapat pula mengurai sampah di dunia.

Bukan cuma limbah produk ataupun barang. Permasalahan sampah yang sangat sulit ditangani merupakan sampah makanan yang bahkan penuhi 17% dari keseluruhan totalitas sampah dunia.

Jumlah sampah makanan ini sedemikian itu membahayakan. Mengingat masih banyak banget negara- negara yang kelaparan sebab kekurangan makanan.

Dikutip melalui Daily Mail UK( 4/3), bersumber pada data indikator sampah makanan PBB tahun 2021 pada umumnya sampah rumah tangga menghasilkan 74 kg sampah makanan tiap tahunnya. Jumlah ini diperoleh cuma dari 1 rumah tangga saja.

Pada tahun 2019, Total sampah di dunia berada pada 931 juta ton dengan sampah makanan sebesar lebih dari 158 juta ton. laporan ini menetapkan masalah sampah makanan menjadi masalah global yang harus segera diatasi di seluruh dunia.

Sampah makanan tadinya jadi target UN Sustainable Development Goal( SDG) 12, 3. UN SDG ini memiliki tujuan untuk mengurangi limbah makanan global per kapita di tingkat ritel dan konsumen.

“Jika kita ingin serius mengatasi perubahan iklim, kehilangan alam dan keanekaragaman hayati, polusi dan limbah, bisnis, pemerintah dan warga di seluruh dunia harus melakukan bagian mereka untuk mengurangi limbah makanan,” kata Inger Andersen.

Limbah makanan bahkan dibilang mempunyai dapak lingkungan yang substansial. Diperkirakan 8- 10% emisi gas rumah kaca mempunyai kaitannya dengan makanan yang terbuang sia- sia.

“Mengurangi limbah makanan akan memotong emisi gas rumah kaca, memperlambat penghancuran alam melalui konversi dan polusi lahan, meningkatkan ketersediaan makanan dan dengan demikian mengurangi kelaparan dan menghemat uang pada saat resesi global,” kata Andersen.

Buat menanggulangi limbah makanan yang terus menumpuk setiap tahunnya, KTT Sistem Pangan PBB tahun ini akan meluncurkan tindakan baru. Menurut laporan tersebut, analisis yang komprehensif telah dilakukan dan disusun di 54 negara yang berbeda.

Para peneliti menemukan bahwa terlepas dari tingkat pendapatan tiap negara. Tiap negara mempunyai tingkat imbah makanan yang substansial yang sebagian besar berasal dari rumah tangga.

Apalagi bila diamati lewat rantai pasokan makanan, rumah tangga menciptakan 11% limbah makanan. Sebaliknya layanan restoran serta outlet ritel massing – masing 5% serta 2%.