Meski Ilegal, Penjualan Plasenta Manusia Masih Ada Di Pasar Gelap China

Meski Ilegal, Penjualan Plasenta Manusia Masih Ada Di Pasar Gelap China

japanesebirdcookingspaghetti – Masih banyak orang di China yang diam-diam menjual plasenta manusia. Bahkan banyak yang menjual seperti ayam goreng krispi.

Plasenta manusia segar terus dijual secara diam-diam di pasar gelap China. Padahal, di China, perdagangan plasenta manusia dilarang atau dianggap ilegal.

Menurut laporan Global Times (16/03), beberapa penjual di pasar gelap telah membeli plasenta manusia buangan. Plasenta sendiri merupakan organ yang menempel pada dinding rahim wanita selama masa kehamilan, dan fungsinya untuk menyediakan darah dan oksigen dari ibu ke janin.

Tak heran jika bau plasenta ini sangat amis. Tapi para penjual ini tetap membelinya. Mereka tidak hanya membelinya dari rumah sakit, tetapi terkadang juga dari rumah duka, dan pergi ke klinik bedah untuk membelinya dengan harga masing-masing 80 yuan (177.000 rupiah).

Setelah mereka membeli plasenta manusia. Kemudian diproses seperti makanan. Biasanya digoreng sampai renyah, sampai mirip ayam goreng. Kemudian dijual di pasar gelap hingga mencapai toko online seperti Xianyu.

Bahkan ada penjual yang menjual barang masing-masing dengan harga 360 yuan (800.917 rupiah).

“Saya bisa memberikan diskon jadi 260 yuan (Rp 578.000) jika pembeli membeli lebih dari satu. Kami biasanya membeli plasenta mentah sekitar 2,000 yuan (Rp 4,4 juta) per kilogram,” ungkap salah satu penjual plasenta manusia di China.

Biasanya, rumah sakit China mengembalikan plasenta kepada pasien atau membuangnya sebagai limbah medis jika sang pasien tidak menginginkannya.

Karena kebanyakan pasien sekarang ingin membawa plasenta sendiri untuk dimakan.

Di China sendiri, terutama di kalangan lansia. Banyak orang percaya bahwa dengan mengonsumsi plasenta manusia, mereka bisa lebih sehat karena kandungan nutrisinya yang kaya.

Bahkan seorang ibu di Provinsi Shaanxi mengatakan itu sebelum dia lahir. Ibu mertua dan ibu ingin plasentanya makan.

Pada saat yang sama, seorang ibu lain dari Shanghai mengatakan bahwa ini terjadi setelah dia melahirkan bayinya. Dia membawa plasenta ke apotek setempat, membuat bubuk dan memasukkannya ke dalam kapsul.

“Itu untuk ayah mertua saya yang sakit-sakitan,” ungkap wanita yang tidak mau menyebutkan identitasnya ini.

Tak heran jika plasenta manusia menjadi industri yang menjanjikan di China. Faktanya, Pengobatan Tradisional Cina (TCM) telah memperingatkan masyarakat untuk tidak memakan plasenta manusia.

Karena tidak ada manfaat kesehatan yang jelas, dan ada risiko penyebaran banyak penyakit.

“Di dalam era pengobatan tradisional Chna dulu, plasenta manusia memang dimakan untuk meningkatkan imunitas. Menyembuhkan asma dan saluran pernapasan. Tapi efeknya tidak sepenuhnya akurat,” jelas Yao salah satu ali TCM.

Beberapa plasenta manusia mungkin telah terinfeksi virus seperti HIV, hepatitis B, dan sifilis.

“Orang berisiko tertular berbagai penyakit setelah makan plasenta manusia yang tidak bersih,” lanjut Yao.

Di China, penjualan plasenta manusia merupakan aktivitas ilegal yang dilarang oleh pemerintah. Mereka yang kedapatan menjual plasenta manusia akan didenda, yaitu 50 kali lipat keuntungan menjual plasenta manusia.

Meski begitu, hingga saat ini, masih banyak plasenta orang yang diam-diam dijual di China.